Telp : (0274) 2841790 Email : [email protected]
Jl. Sekarsuli - Berbah, Sribit, Sendangtirto, Berbah, Sleman Jam Layanan : Senin–Sabtu, 07.30–12.00

Blog Puskesmas berbah

Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia, Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah
  • Post By
  • Date
    April 4, 2026
  • Comments
    0

Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia, Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah

          Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) Gizi Komunitas di Puskesmas Berbah menggelar program edukasi GENZI (Generasi Sehat dengan Gizi Seimbang) di SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB di aula sekolah ini diikuti 124 siswa kelas VII sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.

          Materi penyuluhan disampaikan oleh empat mahasiswa Gizi UAD, yaitu Ameydavie Zhalliecka Bilbienna, Maregean Zollsyta, Tahta Ayu Anggraini, dan Titala Mufe Rualapesbo, dengan didampingi ahli gizi Puskesmas Berbah, Rini Dwi Astuti, A.Md.Gz. Pihak SMP Negeri 3 Berbah bertindak sebagai fasilitator. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip gizi seimbang, menyusun satu porsi makan sesuai panduan Isi Piringku, memahami pentingnya sarapan dan aktivitas fisik, serta mengenali penyebab, dampak, dan pencegahan anemia.

          Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test secara mandiri selama sekitar 10 menit guna memetakan pengetahuan awal siswa. Selanjutnya, materi dibawakan melalui slide bergambar dengan bahasa yang mudah dipahami remaja. Siswa diingatkan bahwa makan banyak belum tentu berarti makan bergizi seimbang. Empat prinsip yang ditekankan adalah makanan beragam, porsi sesuai, cukup minum air, dan aktif bergerak. Siswa juga dikenalkan pada panduan Isi Piringku, yakni pembagian satu piring makan menjadi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.

          Pada sesi berikutnya, narasumber menjelaskan bahwa anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang. Remaja putri disebut lebih berisiko karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, asupan sumber zat besi yang kurang, serta kebiasaan makan yang kurang baik, seperti melewatkan sarapan. Dampaknya antara lain mudah lelah, kurang bersemangat, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Bila tidak dicegah, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan berisiko bagi ibu serta bayi.

          Untuk pencegahan, siswa dikenalkan delapan makanan sumber zat besi, yaitu daging sapi, ayam, ikan, telur, hati, tempe, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Makanan tersebut dianjurkan dikonsumsi bersama buah atau makanan kaya vitamin C agar tubuh menyerap zat besi nabati dengan lebih baik. “Ayo adik-adik, untuk mencegah anemia kita bersama-sama mengonsumsi tablet tambah darah lebih rajin lagi. 1 tablet per satu minggu,” ujar Rini Dwi Astuti, A.Md.Gz.

          Narasumber turut menekankan pentingnya sarapan untuk menambah energi, menjaga stamina, dan meningkatkan konsentrasi. Siswa juga diajak rutin berolahraga, mengurangi waktu duduk, serta membiasakan mencuci tangan sebelum makan. Pada sesi tanya jawab, para siswa tampak aktif berdiskusi. Mereka yang berani bertanya atau menjawab dengan benar mendapat hadiah tumbler sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat untuk minum air putih yang cukup setia

          Kegiatan ditutup dengan post-test menggunakan soal yang sama dengan pre-test. Dari 124 siswa, sebagian besar meraih nilai 100 pada kedua tes. Rata-rata nilai naik tipis dari 99,49 pada pre-test menjadi 99,6 pada post-test. Tingginya nilai awal menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pemahaman dasar yang baik, dan kegiatan ini memperkuat pemahaman tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan seru. Saya jadi lebih paham lagi tentang pentingnya makan makanan bergizi seimbang dan hubungan makanan itu dengan anemia,” kata salah satu siswi berinisial S.

          Melalui GENZI, mahasiswa berharap siswa SMP Negeri 3 Berbah dapat menerapkan Isi Piringku, tidak melewatkan sarapan, rutin mengonsumsi makanan sumber zat besi, dan membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga serta teman. Kebiasaan makan yang baik sejak remaja menjadi bekal penting untuk tumbuh sehat dan berprestasi.

Popular Tags :

Leave A Comment

PKM Berbah
PKM Berbah
PKM Berbah
Need Any Helps ?

Get More Consultations